-->
  • Jelajahi

    Copyright © KIM Purwakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pulihkan Ekonomi di Masa Pandemi, Pemkab Purwakarta Cetak Wirausaha Baru

    Admin
    Selasa, Februari 02, 2021, 12.02 WIB Last Updated 2021-02-02T05:02:43Z
    KIMPurwakarta.web.id
    - Pemerintahan Kabupaten Purwakarta, melalui dinas-dinas terkait tengah fokus melakukan beragam program sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat. Hal itu dilakukan, agar roda ekonomi warga kembali berputar setelah terhenti beberapa saat akibat pandemi Covid-19.

    Seperti yang dilakukan melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) setempat misalnya. Dinas tersebut, di penghujung 2020 kemarin mendorong sedikitnya 340 pelaku industri kecil masyarakat (IKM) yang tergabung dalam 17 kelompok di wilayah ini untuk kembali bangkit dari keterpurukan. Yakni, dengan cara mengasah keterampilannya, termasuk diberi bantuan peralatan untuk penunjang usaha mereka.

    Para peserta sendiri, sebagian besar adalah kaum milenial. Mereka, sengaja digembleng materi dan praktik untuk dicetak menjadi wirausaha baru. Untuk pelatihannya sendiri, disesuaikan dengan potensi wirausaha yang ada di wilayah mereka masing-masing. 

    "Ada 17 kelompok yang kita bina. Satu kelompoknya, rata-rata 20 orang,” ujar Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, Senin (1/2/2021).

    Ambu Anne, menjelaskan, dengan pelatihan tersebut pihaknya menargetkan di 2021 ini akan muncul wajah-wajah anyar para pelaku usaha. Minimalnya ada 340 warga yang didominasi milenial, akan menunjukkan taringnya sebagai wirausaha baru.

    Ia juga menuturkan, sejauh ini pihaknya terus mensupport warganya untuk selalu produktif apapun kondisinya. Termasuk saat pandemi seperti sekarang ini. Minimal ada kemauan dulu, untuk mengubah segalanya ke arah yang lebih baik lagi.

    Karena itu, Anne sangat mengapresiasi kepada 340 warga yang telah mengikuti pelatihan yang didukung oleh Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan ini. Dia berharap, dengan upaya ini kedepannya akan lahir jiwa-jiwa entrepreneur yang baru.

    Tak hanya pelatihan, pihaknya juga berupaya membuka peluang pasar buat para wirausaha itu. Salah satunya, mendorong produk UMKM mereka bisa masuk ke pasar ritel. Saat ini, sudah ada sekitar 28 produk asli Purwakarta yang masuk ke supermarket.

    Sehingga, kedepannya hasil dari pelatihan wirausaha baru ini, bisa menambah database produk lokal Purwakarta yang meramaikan pasar supermarket. Apalagi, setiap kelompok dari 17 kelompok yang dilatih ini, dituntut untuk menghasilkan produk unggulan. 

    "Insha Allah, kita bantu. Mulai dari pelatihan, modal usaha, peralatannya, pengemasan supaya menarik, sampai pangsa pasarnya," ujar Anne.

    Ia berpesan, selepas pelatihan ini jangan terputus di tengah jalan. Melainkan, kelompok-kelompok ini harus aktif mencari informasi, terkait dengan prospek usaha kedepannya. Termasuk, informasi dari Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan.

    Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purwakarta, Karliati Djuanda menambahkan, para peserta yang mendapatkan pelatihan itu adalah pelaku usaha industri kecil menengah (IKM). Mayoritas, merupakan calon wirausaha yang usianya produktif dan bergerak di bidang makanan. 

    "Kemarin kita gembleng mereka selama 1,5 bulan. Termasuk kita dukung dengan sarananya," ujar Karliati.

    Ia juga menjelaskan, banyak macam pelatihan kemarin yang disediakan bagi masyarakat ini. Di antaranya, meliputi pelatihan menjahit, servis kendaraan roda dua, pelatihan membuat roti (bakery), pelatihan membuat dodol aneka buah, pelatihan aneka kripik, pelatihan membuat abon ikan nila, pelatihan olahan jamur dan pelatihan kemasan.

    Sedangkan, tujuan atau output dari pelatihan ini bukan hanya untuk meningkatkan skill para pelaku IKM yang ada supaya keterampilan dan wawasan mereka bertambah. Lebih dari itu, dari pelatihan ini kedepannya bisa mencetak kelompok wirausahawan baru. (*)

    Rilis: Pemkab Purwakarta
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini