-->
  • Jelajahi

    Copyright © KIM Purwakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    BUMDesa Bungursari Jadikan Sampah Bernilai Ekonomis

    Admin
    Rabu, Maret 31, 2021, 16.39 WIB Last Updated 2021-03-31T14:30:46Z
    Pj Kepala Desa Bungursari, Udin Haerudin
    Purwakarta
    - Unit pengelolaan sampah di Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta di Provinsi Jawa barat ini kelola sampah menjadi kompos padat dan kompos cair. 

    Sampah-sampah yang dibuang warga itu di tampung disebuah rumah pengelolaan di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Kampung Awimekar RT 09/05 Desa Bungursari.

    "Ketika program ini dijalankan ternyata dapat mengurangi volume kubikasi sampah, yang semula sampah itu diangkut dari warga oleh unit pengelola sampah Badan usaha milik Desa (BUMDesa) sebanyak dua mobil. Kni setelah dilakukan pemilahan ternyata volumenya pun berkurang menjadi satu mobil, setelah itu baru kita buang ke TPA Cikalotok," ujar Pj Kepala Desa Bungursari, Udin Haerudin ketika ditemui oleh Reporter Media KIM Kabupaten Purwakarta, Rabu (31/3/2021) di Desa.

    Masih menurut Udin, sampah-sampah organik tersebut kemudian direcah menggunakan sebuah alat kemudian dijadikan sebagai kompos.

    "Kendala yang dihadapi oleh unit pengelola sampah itu adalah ketika diharuskan dilakukan pemilahan sampah dan itu memakan waktu. Seharusnya ketika warga hendak membuang sampahnya, kita harapkan agar dapat memisahkan antara sampah organik dan non organik, dengan cara seperti itu mempermudahkan proses pengolahan sampah," tutur Pj Kades.
     
    Pengelola sampah Ari Apriansyah
    Sementara itu ketika ditemui terpisah, unit pengelola sampah Ari Apriansyah menyebutkan untuk perunit sampah yang dibuang ke TPA Cikalotog itu sebanyak 20 kali dalam sebulan.

    "Kita menjalankan program ini sesuai dengan arahan dari Bupati Purwakarta yakni Hj. Anne Ratna Mustika. Sampah-sampah organik yang kita olah disini dijadikan sebagai pupuk kompos padat dan pupuk kompos cair, dan untuk yang non organik dapat kita jual ke pengepul pula," pungkas Ari menuturkan. 


    Reporter: Yusup Bachtiar (Media KIM Kabupaten Purwakarta).
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini