-->

Peran Tiga Pilar dalam Menyukseskan Internalisasi Nilai Pancasila

Dirjen Paudasmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jumeri
KIMPurwakarta.web.id - Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Paudasmen), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jumeri, menyebut ada tiga pilar dalam pendidikan, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiga pilar tersebut, kata dia, berperana untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa di sekolah dasar. Dengan terbangunnya kerja sama antara guru, sekolah dan masyarakat, diharapkan dapat menumbuhkan ide atau gagasan inovasi dan kreativitas yang tepat di masa pandemi ini.

“Belajar memang tidaklah selalu mudah tapi inilah saatnya kita berinovasi dan kreativitas. Saatnya kita melakukan berbagai eksperimen, inilah saatnya kita memulai yang lebih baik di masa depan. Selamat kepada anak anak, guru orang tua dan segenap insan pendidikan yang telah mengikuti kegiatan ini,” tutur Jumeri pada pembukaan Gema Pertiwi Pelajar Pancasila yang disiarkan melalui Youtube Kemendikbud RI, Selasa (10/11).

Direktur Sekolah Dasar, Kemendikbud, Sri Wahyuningsih dalam laporannya menyampaikan, penyelenggaraan Gebyar Gema Pertiwi merupakan apresiasi terhadap kreativitas dan inovasi peserta didik yang dilaksanakan sebagai salah satu upaya dalam rangka pembinaan peserta didik di masa pandemi Covid-19.

“Secara khusus, acara ini bertujuan untuk mendukung upaya terwujudnya pelajar Pancasila melalui proses internalisasi nilai-nilai Pancasila pada peserta didik sekolah dasar, serta meningkatkan literasi digital, literasi science, serta literasi budaya dan kekeluargaan melalui pembuatan video pendek dan menciptakan lagu yang memuat internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan, terdapat sebanyak 213 karya yang dikirimkan oleh kreator muda tingkat sekolah dasar dari seluruh Indonesia dengan rincian sebagai berikut. Pertama, pembagian subtema untuk kategori video pendek yaitu ragam budaya dan permainan tradisional nusantara (58 karya video), proses internalisasi Pancasila dalam pembelajaran (22 karya video), karakter peserta didik yang berkebhinekaan global (8 karya video), sifat kegotong-royongan pada peserta didik (13 karya video), serta bagaimana peserta didik menanamkan perilaku beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia (13 karya video), karya science technology engineering mathematics (STEM), inovasi dan kreativitas melalui penampilan project-based learning (21 karya video). Adapun sub-tema terakhir adalah olahraga yang merupakan bagian yang tidak kalah pentingnya dalam masa pandemi belajar dari rumah (19 karya video).

Kedua, pembagian subtema untuk kategori karya video klip cipta lagu yaitu klip lagu tema cinta tanah air (32 karya video), klip lagu tema lingkunganku yang bebas sampah (12 karya video), dan klip lagu dengan tema sehat badan dan cerdas pikiranku (15 karya video). Dari hasil seleksi, terpilih 26 nominasi karya video pendek, enam nominasi karya video klip cipta lagu serta tiga nominasi karya terfavorit.

Pada akhir acara, panitia menyempatkan untuk berinteraksi dengan salah satu pemenang karya video pendek dengan sub-tema “Internalisasi Nilai-nilai Pancasila”, Karin Nurhaliza Gasukma. Karin yang saat ini tercatat sebagai siswa Sekolah Dasar Islam Al-Hasanah, Ciledug, Tangerang menjadi salah satu dari empat nominator pada sub-kategori yang sama. Sebagai penutup rangkaian acara Gebyar Gema Pertiwi, Karin yang menjadi perwakilan dari seluruh pemenang didaulat untuk menerima hadiah serta piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Widyaprada Ahli Muda, Direktorat Sekolah Dasar Setiawan Witaradya. Adapun informasi daftar peraih penghargaan dapat dilihat pada situs Direktorat Pendidikan Dasar, Kemendikbud.(*)

Tags :

Created by: Admin

Kelompok Informasi Masyarakat Kabupaten Purwakarta - Ajaib (Akurat, Jaringan, Aktual, Informasi dan Berita)