-->

Hasil Gotong Royong, Gugus Tugas Luncurkan Portal Integrasi Data BLC



Siaran Pers No. 62/HM/KOMINFO/04/2020
Kamis, 30 April 2020
Tentang
Hasil Gotong Royong, Gugus Tugas Luncurkan Portal Integrasi Data BLC

Pemerintah meluncurkan portal integrasi data Bersatu Lawan COVID (BLC). Portal yang mengintegrasikan data dan keterbukaan data penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia itu merupakan hasil gotong royong lintas kementerian dan lembaga.


Ketua Gugus Tugas Percepatan Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan sistem itu mampu mencatat dan mengintegrasikan data Covid-19 dari puskesmas, rumah sakit, laboratorium pemeriksa, dan dinas kesehatan.


"Sistem ini mampu memantau data sebaran kasus positif, pasien positif yang sembuh dan meninggal, orang dalam pemantauan (ODP), serta pasien dalam pengawasan (PDP). Serta dapat digunakan untuk menganalisis kebutuhan logistik RS dan laboratorium dalam penanganan Covid-19, untuk dijadikan landasan dalam pembuatan kebijakan ke depannya,” tambahnya.



Menurut Doni Monardo, melalui sistem itu, masyarakat dapat memantau peta sebaran kasus positif Covid-19 secara nasional maupun per provinsi.


"Sebaran kasus tersebut dapat dilihat berdasarkan waktu sehingga masyarakat dapat melihat juga riwayat sebaran kasus mulai dari awal hingga kini," jelasnya.

Ketua Gugus Tugas menyatakan pengguna juga dapat mengunduh aplikasi pada Play Store dan App Store. Melalui aplikasi itu, masyarakat dapat mengetahui pemantauan kasus, pemantauan lokasi rawan hingga tingkat kecamatan, diagnosa mandiri, pemantauan isolasi dan telekonsultasi.

“Aplikasi ini dapat digunakan untuk masyarakat dan petugas kesehatan sehingga dapat menekan pohon penyebaran Covid-19 dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat Indonesia,” ujar Doni.


Gotong Royong Lintas Kementerian dan Lembaga


Portal BLC merupakan hasil gotong royong dan diluncurkan bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Kepala BSSN Hinsa Siburian, dan perwakilan Kementerian BUMN serta Komisi Informasi Pusat.


Menteri Kominfo menyatakan Portal BLC merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Joko Widodo. Portal itu merupakan wujud kerja sama intensif Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, BNPB, serta kementerian dan lembaga terkait.


“Menindaklanjuti instruksi Bapak Presiden yang disampaikan dalam Rapat Terbatas 13 April 2020 tentang integrasi dan keterbukaan data Covid-19, Kementerian Kominfo secara intensif bekerja bersama BNPB, Kementerian Kesehatan, dan lembaga terkait, untuk mengembangkan sistem integrasi data nasional bernama Bersatu Lawan COVID,” paparnya dalam konferensi pers daring dari Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB Jakarta, Rabu (29/04/2020) petang.


Menteri Johnny menegaskan bahwa data yang terintegrasi sangat penting sebagai basis pengambilan kebijakan secara akurat, terukur, dan efektif. Menurut Menteri Kominfo, Portal BLC memiliki dua fungsi utama. “Pertama, fungsi integrasi dan konsolidasi data kesehatan, kependudukan, dan logistik, dan data-data lainnya yang dihimpun dari 514 kabupaten dan kota, 34 provinsi, serta kementerian lembaga terkait, maupun platform digital,” ujarnya.


Mengenai fungsi kedua, Menteri Kominfo menjelaskan bahwa sistem itu juga dapat diakses publik melalui laman covid19.go.id. Laman Gugus Tugas Covid-19 itu telah dikembangkan agar data-data yang terintegrasi dapat diakses oleh publik dengan visualisasi yang lebih detail.


“Selain itu, platform juga memiliki fitur-fitur seperti dashboard pengelolaan data, pelaporan mandiri, chatbot, penanganan hoaks, informasi telemedicine dan rumah sakit rujukan, data lengkap protokol dan regulasi, serta banyak fitur lainnya,” jelas Menteri Johnny.


Menteri Kominfo menambahkan Portal BLC akan dilengkapi juga dengan fitur Sehat Jiwa atau SEJIWA. Layanan konsultasi psikologi itu diluncurkan oleh Kepala Staf Presiden Moeldoko di Jakarta, Rabu (29/04/2020) siang.


Portal BLC menurut Menteri Johnny melengkapi inisiatif Kementerian Kominfo sebelumnya melalui Aplikasi PeduliLindungi. “Aplikasi PeduliLindungi telah diunduh oleh 2.967.408 orang. Aplikasi ini terjamin keamanannya dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menghindari tempat-tempat yang rawan penyebaran Covid-19,” tutur Menteri Johnny.


Menteri Kominfo juga meminta warga Indonesia segera mengunduh Aplikasi PeduliLindungi agar dapat berperan aktif dalam menjaga diri serta memutus rantai penularan Covid-19. “Saya mohon kepada saudara-saudaraku yang belum mengunduh, segeralah mengunduh agar kita semakin terjauh dari Covid-19,” ajaknya.


Menteri Johnny mengharapkan partisipasi aktif dari pengelola data Covid-19 baik di pusat maupun daerah untuk dapat memanfaatkan sistem integrasi data nasional Portal BLC. “Dengan partisipasi aktif seluruh komponen terkait, saya yakin bahwa integrasi dan keterbukaan data ini akan membawa manfaat signifikan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkapnya.


Pada akhir pernyataan pers, Menteri Kominfo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bekerja sama melawan pandemi Covid-19. “Mari terus gelorakan kerja bersama seluruh komponen bangsa. Dengan kerja bersama, kita pasti bisa lawan pandemi Covid-19!” ucapnya.



Sumber: Kominfo.go.id

Tags :

Created by: Admin

Kelompok Informasi Masyarakat Kabupaten Purwakarta - Ajaib (Akurat, Jaringan, Aktual, Informasi dan Berita)