-->
  • Jelajahi

    Copyright © KIM Purwakarta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kepsek SMPN 2 Pasawahan: Kami Bertekad Ciptakan Budaya Ekologi

    Admin
    Rabu, Maret 10, 2021, 15.16 WIB Last Updated 2021-03-10T09:36:44Z
    KIMPurwakarta.web.id
    - Kepala SMPN 2 Pasawahan, Teguh Sunardjono bertekad menciptakan budaya ekologi di lingkungan sekolahnya.

    Pernyataan tersebut ia sampaikan di sela kunjungan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Purwakarta, H. Purwanto ke SMPN 2 Pasawahan, Rabu (10/03). Dia menuturkan, banyak hal yang berubah setelah penerapan program Tatanen Di Bale Atikan (TDBA). Diantara yang paling kentara adalah kesadaran ekologi, lebih khusus di kalangan guru.

    “Para guru menjadi lebih tanggap terhadap persoalan ekologi. Mereka tergerak untuk mengolah tanah menjadi lahan tanam. Kemudian, hal-hal kecil seperti rajin menyiram tanaman yang sekarang berada di banyak titik di sekolah. Juga, para guru lebih disiplin menjaga lingkungan sekolah dari sampah,” katanya.

    Dari tren positif ini, Teguh bertekad menciptakan budaya ekologi di lingkungan sekolah yang ia pimpin. Sehingga, kebiasaan baik ini tidak hanya berlaku sesaat, tetapi berlangsung lama dan berkelanjutan.

    “Kami bertekad menciptakan budaya ekologi. Dengan begitu, dampak terapan TDBA tidak cuma berlaku sekejap, tetapi berkepanjangan. Dan lagi, bisa ditularkan ke lingkungan sekitar,” katanya.

    PRODUK ECO-BRICK & BIO COMPOUND

    Dari amatan di lokasi, terapan program TDBA di SMPN 2 telah berhasil menghasilkan sejumlah produk, seperti misalnya eco-brick dan bio compound. Produk-produk ini ditampilkan di laboratorium sekolah.

    Kadisdik Purwanto mengapresiasi produk-produk yang telah dikreasi sekolah. Diantara yang menarik perhatian beliau adalah kursi yang terbuat dari eco-brick.

    “Saya berharap kursi ini bisa diproduksi banyak. Minimal, untuk kebutuhan siswa di kelas. Sehingga, sekolah tidak perlu mengajukan kursi ke Disdik atau Pemda. Bisa mandiri dan yang lebih penting adalah mampu memecah masalah. Yaitu, sampah diolah jadi produk kursi yang bernilai manfaat,” begitu tukasnya.

    Rilis: Disdik Purwakarta
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini