-->

Pesantren Di Jabar Bakal Kembali Dibuka

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum meninjau kesiapan Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Kota Banjar dan Pesantren Darussalam Kabupaten Ciamis
KIMPurwakarta.web.id - Adapatasi Kebiasaan Baru (AKB) di dunia pendidikan menjadi yang paling akhir diberlakukan. Salah satunya adalah di pesantren. Untuk memantau kesiapan AKB di pesantren Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum meninjau kesiapan Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Kota Banjar dan Pesantren Darussalam Kabupaten Ciamis, Kamis (11/6/20).

Menurutnya, lampu hijau pesantren menerima santri baru dan melaksanakan proses belajar mengajar sudah diberikan dengan tetap memegang protokol kesehatan, SOP dan penanganan khusus lainnya.


"Pemerintah sudah menyampaikan pada para kiai lewat video conference. Nah ada masukan-masukan dari para kiai, maka masukan tersebut diolah dan hari Jumat besok akan kami sampaikan lagi pada para kiai yang ada di Jawa barat yang mewakili dari kabupaten kota," ujarnya.


Kemudian, kata Kang Uu, diharapkan hari Senin protokol kesehatan COVID-19 untuk pesantren sudah jadi dan ditandatangani Gubernur Jawa Barat. Perlu diketahui bahwa ada hampir 10.000 pesantren dan kurang lebih terdapat 500.000 santri di Jabar.

"Isi dalam pernyataan atau surat SOP tersebut, bahwa seluruh pesantren yang ingin membuka harus membuat pernyataan. Kesiapan menerima santri dan sudah siap melaksanakan SOP yang sudah ditentukan," tutur kang Uu.


Nantinya, lanjut Kang Uu, surat tersebut diberikan pada gugus tugas di daerah masing-masing seperti bupati dan wali kota. Lalu dari gugus tugas mengecek pesantren layak atau tidaknya menerima santri. 


Jika nantinya dianggap layak, maka pesantren tersebut harus membuat gugus tugas COVID-19 internal guna menjalankan SOP atau protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Seperti halnya menyediakan ruang isolasi, para santri harus menggunakan masker, tersedianya tempat cuci tangan, pengecekan suhu tubuh santri dan pemberian vitamin.


Pemda Prov Jabar pun akan memberikan bantuan walaupun tidak akan memenuhi semuanya. Maka peran kabupaten kota sangat diharapkan dalam terselenggaranya SOP ini. Bantuan tersebut untuk memenuhi persyaratan yang tadi, seperti masker, obat-obatan, sabun cuci tangan ataupun yang lainnya.


"Harapan kami pemerintah kota/kabupaten pun memberikan bantuan kepada pondok pesantren dalam rangka pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19 di pesantren," harap Kang Uu.


Tags :

Created by: Admin

Kelompok Informasi Masyarakat Kabupaten Purwakarta - Ajaib (Akurat, Jaringan, Aktual, Informasi dan Berita)