UMK Purwakarta Naik 3.33 Persen, Inilah Tanggapan PC-SPAMK FSPMI

Ade Supyani, Ketua PC SPAMK dan KC-FSPMI Purwakarta
Purwakarta
- Menanggapi kenaikan upah buruh di Purwakarta tahun 2021, Serikat pekerja Automotif Mesin dan Komponen (PC-SPAMK), Konsulat Cabang di Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC-FSPMI) Kabupaten Purwakarta angkat bicara.

"Terkait penetapan UMK Purwakarta yang hanya naik 3.33 persen. Jelas ini bukan kenaikan yang memuaskan bagi kami. Bila di Ilustrasikan seperti ini, 3 tahun terakhir saat kondisi ekonomi negara kita dianggap sedang baik-baik. UMK rata-rata naik di atas 8 persen," ujar Ade Supyani, Ketua PC SPAMK di KC-FSPMI Purwakarta.

Masih menurut Ade, di tahun 2018 saja kenaikan upah 8.31 persenan, kemudian di tahun 2019 naik 8.03 persen dan di tahun ini 2020 mengalami kenaikan sebesar 8.51 persen" sebut Ketua PC SPAMK di KC-FSPMI Purwakarta.

Di tahun 2021 dimana para buruh. semuanya dihadapkan dalam kondisi yang sulit karena efek pandemi COVID-19, kenaikan upah hanya di 3.33 persen.

"Yang kesulitan kan bukan hanya pengusaha saja. Biaya hidup buruh pun saya pikir lebih sulit. Keputusan ini pun sudah final, tentunya Ibu Bupati mempertimbangkan banyak aspek, dan di saat ini di SK-kan oleh Gubernur Jabar, mau protes terus pun jadi serba salah dalam kondisi pandemi ini," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini pihak buruh masih ada harapan di Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK). Oleh karenanya sambung Ade yang mewakili ribuan buruh memohon kepada Ibu bupati agar segera mendorong proses penetapan UMSK.

"Dengan meminta Depekab Purwakarta untuk segera melakukan dan menerbitkan kajian perusahaan sektor unggulan sebagai pintu masuknya perundingan dan penetapan UMSK," pungkas dia menanggapi kenaikan upah.

Reporter
: Yusup Bachtiar (Media KIM Kabupaten Purwakarta)