Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Purwakarta 10 Rutilahu Di Karangmukti Bungusari Mulai Dibongkar - KIM Purwakarta

10 Rutilahu Di Karangmukti Bungusari Mulai Dibongkar

Kediaman keluarga Iwang di desa Karangmukti Kecamatan Bungursari, saat di kunjungi oleh tim monitoring dari Kecamatan.
Purwakarta - Sedikitnya 10 rumah tinggal tidak layak huni (Rutilahu) di Desa Karangmukti Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, terpaksa harus di bongkar. Pasalnya kediaman keluarga miskin itu kondisinya memang sudah tak layak untuk di diami.

Seperti halnya pada kediaman keluarga Iwang (50) seorang buruh bangunan di kampung Sukajadi RT 07/04, Desa Karangmukti ini sejak di bangun hingga kini dia tak mampu untuk merehab rumahnya sendiri. Melalui Yayasan saung Kadeudeuh 10 rumah warga di sekitar Karangmukti kini mulai di bongkar untuk di rehab kembali.

"Keluarga saya kini sangat senang sejak di rehabnya rumah kami. Kami ucapkan banyak terima kasih atas bantuan ini," ujar Iwang, ketika ditemui oleh Media KIM Kabupaten Purwakarta, pada saat menerima kunjungan rombongan dari Kecamatan Bungursari.

Iwang beserta istri dan anak laki-laki nya sebagai keluarga penerima manfaat, pada saat di kunjungi oleh tim monitoring dari Kecamatan Bungursari mengaku merasa terbantu dengan adanya bantuan tersebut.

Ketika di temui oleh Media KIM Kabupaten Purwakarta, Acing Sutisna menjelaskan bahwa masing-masing warga KPM itu menerima bantuan berupa barang-barang saja.

"Nilainya berupa bahan bangunan senilai Rp 8 jutaan," ungkap pria yang akrab disapa dengan panggilan Apih yang menjabat sebagai Ketua kader pemberdayaan masyarakat (KPM) itu.
 


Sementara itu menurut PJ Kades Arif Danu, bantuan ini sudah lama di usulkan sejak 2019.

"Warga masyarakat yang menerima bantuan ini di katagorikan memang benar benar tidak mampu, dengan kriteria usia sudah tidak produktif, dan memang kondisi rumahnya tidak memiliki MCK," jelas Arif Danu.

Diharapkan oleh pemerintah Karangmukti, dengan diterimanya bantuan tersebut di Desa Karangmukti kedepannya tidak ada lagi kediaman warga yang tidak layak huni dan memenuhi standar kesehatan, layak dan nyaman. 


"Semula kediaman warga yang berlantaikan tanah, kini berubah menjadi layak huni dan memenuhi standar kesehatan, layak dan nyaman," pungkas PJ Kades Karangmukti menutup wawancara.


Reporter: Yusup Bachtiar (Kabupaten Purwakarta)

Tags :

Created by: Admin

Kelompok Informasi Masyarakat Kabupaten Purwakarta - Ajaib (Akurat, Jaringan, Aktual, Informasi dan Berita)